Sabtu, 29 Maret 2014

Takut yang Merugikan

Rasa takut pasti dimiliki oleh setiap orang, termasuk saya. Ya saya pasti punya rasa takut karena saya itu orang.
Rasa takut boleh dimiliki oleh semua orang, asal jangan berlebihan katanya (kata orang sih begitu).

Saya itu termasuk orang mempunyai rasa takut yang berlebihan. Salah satunya rasa takut saya kepada makhluk tuhan yang bernama "Kucing" hal terparah atas ketakutan saya kepada kucing yaitu kucing ada dimana2 dan saya pasti takut ditempat yang ada kucingnya, termasuk rumah saya sendiri. "Sampai suatu waktu saya dan temen2 lagi mencari makan, dan saat itu kami sedang lapar2nya akhirnya kami makan di pinggir jalan. Kebetulan pas itu cuaca sedang turun hujan, dan biasanya kalau hujan para kucing pasti berteduh ( ya pasti karna kucing ga suka air ). Ditempat saya dan teman2 saya makan itu banyak sekali kucing, awalnya saya biasa saja. Tapi lama2 saya ga tahan dari mulai kaki naik ke kursi, pindah2 tempat karna kucing dimana2 dan sampai akhirnya saya menyerah dan keluar dari tempat itu dan meninggalkan teman2 saya, saya memutuskan untuk nunggu diatas kendaraan saya dengan ditemani air hujan yang mengguyur badan saya dimalam hari."
Itulah cerita singkat tentang ketakutan saya terhadap makhluk bernama kucing, ketakutan lain saya yaitu ketika disuruh untuk meniup balon, kalau disuruh meniup balon entah kenapa jantung saya pasti dag dig dug deeer. Selain itu masih banyak sebenernya ketakutan saya itu.

Dari semua ketakutan saya, yang paling saya benci dan ingin sekali saya rubah yaitu ketakutan saya untuk mencoba. Saya ini termasuk orang yang mempunyai banyak keinginan dan impian, tapi karena saya ini selalu takut untuk mencoba, akhirnya semua kesempatan2 yang dateng selalu terlewatkan karena saya takut untk mencoba. Dan pada akhirnya saya selalu menyesal. Saya tau memang ketakutan saya untuk mencoba itu sangat merugikan saya, dan padahal saya yakin kalau saya berani mencoba saya pasti perhasil. Tapi kembali kerasa takut ini yang memang susah untuk dihilangkan.

@FajarsHidiQ95


Kamis, 27 Maret 2014

Bersyukur itu SULIT

Kata bersyukur, saya rasa saya ini orang yang jauh dari yang namanya bersyukur. Saya termasuk orang yang selalu merasa kurang dengan apa yang saya punya dan yang saya dapatkan.

Mungkin itu semua karena saya berada dilingkungan yang salah, karena saya berada dilingkungan dimana orang2 disekeliling saya itu mempunyai banyak kelebihan dibanding saya, memang dengan berada dilingkungan seperti itu saya menjadi lebih semangat untuk mendapat yang lebih, tapi dengan berada dilingkungan itu pula saya merasa bahwa saya ini selalu mengeluh dan jauh dari yang namanya bersyukur.

Terkadang saya berpikir, mungkin saya lebih baik berada dilingkungan dimana orang2 hidup dalam kesederhanaan dan kesusahan, agar saya bisa mensyukuri segala yang tuhan berikan kepada saya.

Saya tahu hidup itu indah jika selalu bersyukur dan hidup juga akan indah jika kita selalu menikmatinya dengan ikhlas, tapi itu semua sulit untuk saya, saya selalu berusaha untuk selalu bersyukur. Namun keadaannya memang sulit, saya masih ingin menjadi seperti orang2 yang berada disekitar saya, dimana mereka selalu mendapat kesenangan dengan apa yang mereka punya, walupun memang saya juga pasti bisa merasa senang jika saya selalu bersyukur dengan apa yang saya punya dan saya dapatkan.

Bersyukur memang sulit untuk saat ini.

@FajarsHidiQ95

Aneh & Alay

Banyak yang bilang kalau saya ini aneh, ntah mereka menilai dari sisi mana sehingga mereka bilang saya ini aneh.
Tapi saya juga merasa kalu diri saya ini memang aneh, selain aneh saya juga merasa saya ini sedikit alay. Dan teman2 disekeliling saya juga berpendapat bahwa saya ini memang alay. Mungkin mereka berpendapat seperti itu setelah melihat foto2 saya yang tidak wajar  atau mungkin memang gaya saya aneh dan alay.

Memang sudah banyak sekali yang bilang kalo saya ini aneh dan alay, tapi ya saya mah tidak pernah tersinggung dengan pendapat mereka, biarkan mereka berpendapat sesuka hati mereka, karna pendapat mereka juga yang membuat saya sadar kalau saya ini aneh dan alay.


Pementasan Perdana

Ini cerita saya...

Ini cerita saya tentang pementasan teater perdana saya.
Semenjak saya memutuskan buat terjun ke dunia teater, saya terus mempelajari apa saja yang ada dalam teater. Dan sampai saat ini saya masih menjadi seoarang pemain teater yang bodoh dan belum menguasai betul teater. Maka dari itulah saya sampai saat ini terus berusaha untuk belajar lebih dalam lagi tentang teater, tentunya dibantu oleh orang-orang yang selalu bikin saya semangat.

Puncak kepercayaan diri saya untuk bermain teater semakin bertambah disaat saya dipercaya untuk bermain dalam pementasan kecil dalam sebuah acara di kampus saya. Saya semakin yakin bahwa saya bisa, dan saya semakin yakin bahwa saya harus benar2 belajar dan mendalami teater.
Saat dipercaya untuk bermain dipementasan kecil itu perasaan saya campur aduk, antara senang, takut, dan lain lain semua menjadi satu. 

Sejak dipercaya untuk bermain di pementasan kecil itu, saya terus berlatih agar pementesan perdana saya itu berhasil. Tiap hari saya dan teman2 selalu berlatih sampai larut malam.
Saya melakukan semuanya dengan ikhlas karna saya ngerasa itu tanggung jawab saya dan loyalitas saya terhadap dunia yang sekarang saya jalani.

Dihari pementasan kecil itu. Saya bener2 mendapat semua pelajaran yang ada dalam teater. Tapi tidak hanya belajar yang ada dalam teater, saya juga belajar tentang arti sebuah kebersamaan dan kekompakan. Saya belajar itu semua dari orang2 hebat yang ada disekitar saya.
Pementasan perdana saya itu benar2 membuat jantung saya terasa akan lepas dari tempatnya, tapi dengan kepercayaan diri yang besar saya bermain dengan tanpa memperdulikan reaksi penonton sama sekali. Saya bermain dengan apa adanya semampu saya.

Ketika semuanya berakhir disitulah saya mulai merasa bangga terhadap diri saya sendiri . Tapi saya tidak akan puas begitu saja. Saya harus tetap belajar dan belajar agar semua yang saya inginkan bisa terlaksana.


Rabu, 26 Maret 2014

Perubahan dari GUE menjadi SAYA

Saya selalu berpikir apakah saya pantas menggunakan kata "gue" dalam setiap postingan saya. Tapi setelah sekian banyak postingan saya. Saya memutuskan untuk menggunakan kata "gue" dalam postingan saya. Karna saya sadar saya ini bukan orang yang pantas untuk menggunaka kata "gue" dalam postingan maupun dalan keseharian saya.

Dan mulai dari sekarang saya akan memposting menggunakan kata "SAYA" dab bukan kata "GUE" lagi.

Trimakasih.

Jumat, 07 Maret 2014

SAYA atau GUE

Dalam kehidupan sehari hari banyak sekali orang2 yang memakai kata aku, saya, gue, ataupun kata lain sesuai daerah masing2 untuk menggantikan kata ganti orang pertama.

Kata saya lebih banyak digunakan dalam lingkungan formal, sedangkan aku lebih banyak digunakan dalam lingkungan yang sudah akrab, kalau gue itu biasanya digunakan oleh anak2 gaul jaman sekarang. Nah karna gue anak gau jaman sekarang mangkanya gue memilih kata "gue" untuk kata ganti di blog gue ini.

Jujur saja gue lebih suka menggunakan kata "saya" dalam keseharian, tapi karna biar keliahatan friendly di blog yang dibaca teman2. Maka dari itu gue lebih memilih kata gue dibandingkan dengan saya.

Walaupun gue pernah baca blog orang lain yang menggunakan kata "gue" dan gue berfikir "haduuh songong banget sih pake gue gue segala".
Seperti menjilat ludah tetangga, eh salah menjilat ludah sendiri maksudnya, sekarang gue malah lebih suka menggunakan kata "gue" untuk blog gue yang selalu sepi pengunjung ini.

SAYA atau GUE ?? Pilih yang mana?

AREA tidak SUKA

Kali ini gue mau bahas tentang suatu tempat dimana tempat itu merupakan area disiplin yang emang ga nyaman menurut gue. Di tempat itu diharuskan memakai pakaian yang rapih dan gue sendiri jarang memakai pakaian yang rapi. Gue juga heran kenapa ditempat itu harus pakai pakaian yang rapih dan sopan.

Mau tau tempat itu apa.??

Yap, kali ini gue ngebahas area Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan atau biasa di singkat jadi FKIP. menurut temen2 gue yang berada dijurusan itu, di area FKIP itu emang bener2 di siplin masuk kuliah aja ada yang jam 7 pagi. Huuh gue aja yang masuk paling pagi jam 8 masih ngeluh apa lagi mereka ya. Tapi gue salut sama mereka yang keliatannya ga ada ngeluhnya masuk pagi, tapi pasti ada juga sih yang ngeluh.

Yang gue ga suka kalo masuk area FKIP itu harus memakai pakaian yang rapih seperti celana bahan dan kemeja. Gue sebagai mahasiswa ekonomi yang terbiasa dengan pakaian bebas tentu saja canggung dong kalo harus memakai pakaian seperti itu. Pernah suatu waktu gue di ajak temen gue buat masuk area FKIP dan temen gue bilang melalui smsnya kalo ga salah gini nih smsnya "eh ira jangan lupa ya besok ke kampus, terus jangan lupa jangan pake jeans" , sekedar menginformasikan ya "ira" itu artinya kamu. Nah pas dapet sms gitu gue bingung kan, kalo ga pake jeans udah pasti pake bahan dong, ga mungkin gue pake leajing ketat gitu kan. Aneh banget gitu kalo gue harus pake leajing, apa lagi yang warna warni. Ah sudahlah ga usah membayangkan gue pake leajing.

Tiba di hari dimana gue janjian sama temen gue, dijalan gue semper berfikir "emang harus ya masuk area sebentar aja pake celana bahan dan kemeja" . Ah walopun gue berfikir seperti itu toh udah terlanjur juga gue pake celana bahan dan kemeja. Sesampainya dikampus, gue ketemu kan sama temen gue. Dan bener aja di area situ semua pakaian rapih dari cowo ataupun cewe. Semuanya rapih, gue kaya lagi ngeliar para guru berkeliaran kalo di area itu.

Yap, mungkin karena mereka nantinya akan menjadi seorang guru kali ya jadi mereka dituntut dengan disiplin tinggi. Tapi bukannya fakultas ekonomi juga nantinya harus bekerja dan harus mempunyai kedisiplina tinggi juga ya, kenapa ekonomi tidak memakai pakaian seperti celana bahan dan kemeja juga. Padahal nanti disaat kerja pakai celana bahan dan kemeja juga, aah ntahlah gue ga mau terlalu memikirkan itu.

Gue emang salut sama mahasiswa2 yang mempunya kedisiplinan tinggi seperti itu, harus diacungkan 4 jempol dah. 2 dari tangan 2 dari kaki, bila perlu minjem jempol teman biar banyak.

MATI LAMPU itu CUPU

Hari ini tepat pada hari jumat dimana disetiap hari jumat ada acara yang paling gue tunggu, yaitu Indonesian Idol. Dan gue mau cerita kejadian tepat satu minggu yang lalu.

Jadi tepat satu minggu yang lalu atau hari jumat yang lalu di daerah tempat gue tinggal itu mati lampu, mati lampu itu dari jam 4 sore. Dan kurang lebih jam 5an gue sempet ngomong sama diri gue sendiri (ga gila loh ya) "aaah mati lampu jam segini paling juga jam 8 mah udan nyala" dan gue yakin banget kalo sebelum jam 8 pasti lampu udah nyala.

Magribpun tiba, seperti biasa gue jalanin aktifitas gue sebagai muslim. Dan saat magrib itu gue masih tenang2 aja. Sampe isyapun gue masih tenang2 aja. Karena jam 8 masih 1 jam lagi.

Tapi, pas jam 7 lebih 30 menit lampu belum nyala juga. Nah di situ lah gue udah mulai panik, sampe bolak balik kamar ruang tv kamar ruang tv. Tetep aja lampu ga nyala2, sampe bosen nunggu dan gue ngomel2 di sosial media seperti twitter, facebook, BBM, dll. Isi omelan gue itu tidak lain dan tidak bukan adalah tentang lampu yang ga nyala2 pastinya. Sampe gue ngomong sendiri (lagi2 ngomong sendiri) "haduuuuh ini PLN apek banget sih ga nyala2 juga".

Pas gue liat jam yang ada di HP kesayangan ternyata diHP kesayangan gue tertera pukul 20:00 WIB dan. Aaaaaaaaaa gue kesel banget disitu, sampe sampe orang2 yang gue sayang kena semprotan gue, ya emang kalo gue udah emosi emang suka lepar kendali . Terus gue langsung buka google Play store trus download TV online. Ga tau karna gue lagi kesel atau jaringannya aja yang lemot, proses download itu kayanya lama banget. Tik tok tik tok jam dinding gue bunyi dan akhirnya proses download selesai. Dengan terburu buru gue langsung buka aplikasi itu dan mencari cari channel yang gue cari yaitu RCTI. Dan benar saja ternyata acara yang gue tunggu udah mulai . Indonesian Idol emang mulai jam 8 , pas gue berhasil buka ternyata gue belum telat, pas lagi senengnya eh jaringannya error jadi ga bisa nonton dengan lancar, sampe gue pindah nonton di WC karna biasanya di WC jaringannya lebih kuat, tapi apa ternyata sama aja mungkin karna efek mati lampu. Kalo udah begitu rasanya Pengen gue banting aja tu HP , tapi gue tetep mikir mikir dulu sebelum banting HP.

Gue pun nyerah dan pasrah. Tapi gue masih tetep resah, dan dikamar gue terung guling2 di tempat tidur gue pukul pukul bantar dan akhirnya LAMPU nyala juga. Langsung gue lari ke ruang TV dengan emosi gue cari cari remot TV , pas gue nonto eh ternyata udah iklan aja. Dan pas iklan kelar gue kecewa banget ternyata udah kontestan ke 4. Gue ga bisa tuh liat jagoan gue sarah yang perform ke 2 dan ryan yang perform ke 3. Waktu itu gue ngomong sendiri (bener2 gila nih ngomong sendiri terus) "pokoknya gue harus nonton rerun sarah sama ryan.

Pas gue udah nonton sampe akhir ternyata jagoan gue ryan yang kebetulan satu kota sama gue, dia harus pulang. Yaah gue ga harus dah nonton rerun si ryan karna dia nyanyi lagi pas akhir acara.

Dengan rasa penuh kecewa gue masuk ke kamar dan tidur dengan tidak nyenyak.

Pesan gue jangan sering sering ngomong sendiri nanti bisa setres loh. !!!