Apa harus aku menulis kisah ku di sini. Sebenarnya aku tak mau kisah ku di baca dan diketahui oleh semua orang. Tapi bagaimana perasaan ku saat ini aku tidak mau orang lain juga merasakan apa yang sudah aku rasakan. Mungkin beberapa orang kecewa karena aku menulis kembali tetapi yang dibagi olehku kisah yang menyedihkan.
Kisah ku, lebih tepatnya kisah aku dengan dia. Aku tidak mau menyebut nama dia disini, bukan karena dia sudah melukaiku terus aku membencinya dengan tidak menyebut namanya disini. Tapi lebih tepatnya aku menghargai dia orang yang pernah aku sayangi dan aku cintai. Ah aku jadi lupa, asal kamu tau saat ini di cerita tentang kisahku yang ini aku akan menceritakan kesakitanku karna luka yang pernah di berikan oleh orang yang benar benar aku harapkan dan menaruh harapan besar padanya.
Mari kita mulai saja kisahku karena aku sudah terlalu banyak mengoceh yang mungkin bisa membuat kalian bosan. Tapi kalau bicara soal bosan kisah ku ini memang berawal dari kebosanan, jadi aku tidak mau juga membuat kalian bosan membaca kisahku ini. Aku bertemu dengan nya lewat sebuah aplikasi dating. Iya seperti kalian tau banyak sekali aplikasi dating yang beredar dan bisa di download secara gratis.
Aku ingat sekali kata pertama yang aku tulis untuknya adalah kata “HAI”. Tentu saja ketika menulis satu kata itu aku belum ada sama sekali perasaan ku untuk nya. Respon yang dia berikan memang cukup lama. Tapi setelah dia membalas pesanku itu kita semakin dekat dengan banyak pesan pesan yang sudah pasti aku lupa apa isi dan percakapannya. Asal kalian tau aku adalah seseorang yang mudah nyaman dengan orang lain, dan aku sudah nyaman dengan nya hanya dalam beberapa hari saja. Setelah aku di buat nyaman olehnya yang memang pandai sekali membuat orang nyaman, aku baru tahu dan menyadari kalau dia saat itu sudah memiliki kekasih yang sudah pasti tersimpan dalam hatinya dalam dalam. Aku yang keadaannya sudah terlanjur nyaman saat itu, aku bahkan tidak memikirkan hal itu sama sekali , justru aku semakin dekat dengannya tanpa memikirkan hati kekasihnya saat itu. Kesalahakan yang sudah aku lakukan dari awal yang bahkan aku sadar bahwa hal tersebut adalah salah, itu adalah hal yang sangat aku selali hingga saat ini.
Asal kalian tau, ada beberapa orang yang dekat denganku saat itu selain dia. Tapi hati ku sudah ada padanya, hati ku sudah aku berikan kepadanya dan aku tau dia sudah menerimanya tanpa memberitaku saat itu tapi aku sadar dia menerimanya. Angin segar datang dari kabar yang menurutku saat itu kabar yang sangat membahagiakan hati ku saat itu. Tapi tidak bagi dia, karena kabar itu tentang kabar yang pasti melukainya dimana dia dan kekasihnya putus hubungan. Saat itu aku yang memang orang yang sedang dekat dengannya, aku memberikan semangat agar dia tidak terpuruk dengan keadaan dan berlarut dalam kesedihan. Tapi setelah apa yang sudah aku berikan bukan berarti aku bisa memilikinya, karena dia dan mantan kekasihnya menjalin hubungan kembali. Jelas kalian tau perasaan ku saat itu. Luka yang aku terima, aku pikir memang sudah sepantasnya aku menerima itu. Memang aku tau alasan dia kembali menjalin hubungan dengan kekasihnya saat itu karna memang kondisi kekasihnya sangat tidak memungkinkan untuk di tinggal.
Kebodohan ku adalah aku semakin mengaguminya atas apa yang sudah dia berikan kepada kekasihnya. Aku bahkan rela menunggu dia dengan tanpa sebuah harapan sama sekali, namun memang kita berdua tidak saling menjauh sama sekali. Dan sampai pada saat dimana dia memberikan aku kabar kembali bahwa dia dan kekasihnya memutuskan hubungannya kembali.
Hal tersebut bukan berarti membuat ku langsung ingin menjadi kekasihnya karna aku harus memikirkan keadaannya. Sampai dimana aku benar benar yakin, tepat di hari kamis tanggal 20 September 2018 aku dan dia sedang bersama dan aku memberanikan diri memintanya untuk menjadi kekasihnya. Dan kalian sudah pasti tau apa yang aku rasakan saat itu, sangat bahagia dan benar benar bahagia. Hari itu adalah hari bersejarah untukku, aku tidak pernah merasakan kebahagiaan yang seperti itu sebelumnya dimana aku sangat benar benar bahagia dan aku meneteskan air mataku untuknya untuk pertama kali.
Hubunganku dengan dia bahkan awalnya sudah seperti sahabat bahkan saudara, aku tidak ingin menyianyiakannya bahkan dalam beberapa menit saja saat itu. Rasa ku saat itu aku hanya ingin selalu bersamanya dan mengukir kebahagiaan kita bersama. Aku selalu tanamkan dalam diriku, aku sangat menyayangi dan mencintainya dan aku tidak boleh membuatnya sedih aku hanya harus membuatnya bahagia telah memilikiku saat itu.
Angin datang membawa kabar yang tidak mengenakan dari dirinya. Kabar dimana dia harus di larikan kerumah sakit karna penyakit nya. Tentu saja aku sangat sedih dan pasti aku menangis saat itu karena aku orang yang bisa di bilang sangat sensitif. Aku merasa seperti orang yang bodoh dan pecundang saat itu karena aku bahkan sama sekali tidak menjenguknya di rumah sakit sampai dia keluar dari rumah sakit, mungkin dia kecewa atas apa yang aku perbuat saat itu.
Keluar dari rumah sakit bukan berarti dia sudah sehat, aku tau dia harus benar benar menjaga kesehatannya. Semua bentuk perhatian aku berikan padanya, yang ada dalam pikiran ku saat itu hanya haru tidak boleh membuatnya kelelahan, tidak boleh membuatnya memikirkan penyakitnya aku hanya boleh membuat nya tersenyum dan bahagia bahkan aku selalu mengabaikan kesehatan diriku sendiri. Aku tidak peduli keadaan ku yang terkadang kurang sehat dan butuh istirahat, tapi aku tau dia lebih membutuhkan ku dan aku harus selalu membuatnya tersenyum. Untuk itu aku tidak boleh terlihat lelah ketika dengannya.
Itu lah aku, ketika aku sudah menyayangi seseorang aku akan memberikan segalanya untuknya. Banyak sekali air mata yang sudah keluar saat aku bersamanya. Air mata ku dan air matanya tentu saja bukan hanya air mata kebahagiaan tapi air mata kekecewaan pun pernah kami keluarkan.
Hubungan yang semula sangat indah, mulai menemukan keraguan ketika aku tahu dia berbohong untuk pertama kalinya saat dia jalan keluar dengan orang yang memang pernah dia sukai dulu. Yang aku masalahkan bukan masalah dia keluar dengan orang tersebut tapi aku lebih kecewa karena dia tidak jujur padaku saat itu. Asal kalian tau aku dan dia sama sama memiliki mood yang naik turun dan saat kejadian itu mood aku dan dia sedang tidak baik.
Semenjak hari itu aku mulai meragukannya, kecurigaan demi kecurigaan terus ada dalam pikiranku. Sampai di mana aku yang memang dalam keadaan terpuruk dan menyedihkan karna masalah pekerjaanku, aku selalu mengeluh akan hal itu padanya hampir setiap hari. Dan aku sangat tidak mengetahui kalau dia bahkan terganggu dengan semua keluhan ku. Yang ku pikir saat itu aku punya dia aku berharap dia bisa mengerti ternyata tidak.
Sampai dimana malam itu tiba, malam yang semula sangat membahagiakan bagiku karena aku kembali bertemu dengannya setelah beberapa hari aku tidak bertemu dengannya. Tapi kebahagiaan itu sepertinya hanya miliku tidak bagi dia. Selama kita bersama nampak jelas mood dia sedang tidak baik dan aku menyadarinya walaupun dia menyangkalnya beberapa kali. Tiba disaat aku sedang termenung dan memikirkan apa yang sudah terjadi padaku, aku dengan segala kecurigaanku memberanikan diri membuka ponsel nya dan kalian tau jantungku seketika berdebar sangat cepat. Aku menemukan sebuah hal yang tidak sepantasnya bagi seorang yang sudah memiliki kekasih. Tapi lagi lagi bukan itu pokok masalah utama yang aku permasalahkan. Aku mempermasalahkan kebohongannya. Walaupun memang tidak bisa di pungkiri hatiku sangat sakit melihat itu.
Pikir ku sudah buntu aku kalah oleh egoku sendiri. Aku langsung memutuskan hubunganku dengan nya. Aku berusaha menahan air mataku dan itu membuat mataku sakit. Semenjak hari itu aku semakin dibuat kecewa karena sebenarnya aku berharap dia menyesali perbuatannya tapi dia malah semakin menjadi dengan orang lain itu. Iya aku bukan hanya kecewa pada nya tapi juga kecewa pada diriku sendiri yang tidak bisa mempertahankan hubungan kita dan aku tidak bisa membuat dia selalu bahagia seperti janjiku dulu padanya.
Hal yang selalu aku pikirkan sampai saat ini, semua itu terjadi mungkin saja karna aku sudah menyakiti hati orang lain sehingga aku harus menerimanya dan itu yang orang sebut karma.
Hai kamu, terima kasih sudah mau menerima ku saat itu dan sudah memberikan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Aku benar benar sangat bahagia bisa memilikimu. Aku mau kamu tau itu.
Kisahku aku harap kalian bisa belajar dari kisahku. Poin utama dalam kisahku adalah kalahkan egomu jangan turuti egomu. Kamu akan menyesal.
Selasa, 16 Juli 2019
KESAKITANKU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar